Istriku diam saja di pangkuanku. Kedua tangannya dirangkulkan di pundakku. Wajahnya disembunyikannya. Mungkin malu karena sedang membayangkan pria lain di depan suaminya.
Irama nafasnya berubah. Vaginanya basah. Tangannya meraih batang kontolku, diarahkan ke bibir kemaluannya yang sudah licin karena cairan birahinya yang membanjir. Blesss, sekali tembak kontolku langsung melesak ke dalam vaginanya. Saking basahnya sampai nyaris tidak terasa. Istriku langsung menggoyangkan pantatnya naik turun maju mundur. Wajahnya tetap disembunyikan. Ia bercinta tidak seperti biasanya. Ia bercinta begitu liar, seperti bercinta dengan pria yang membuatnya begitu bernafsu. Untungnya tadi aku sudah onani, jadi sudah lebih tahan lama. Coba kalau tidak, aku pasti sudah lemas ngecrot dalam 3 menit.
Tubuh seksinya agak kudorong menjauh dari badanku supaya payudaranya terbebas. Kukenyot puting payudara istriku dengan buas.
“Bayangkan ini lagi dikenyot cowok ganteng idamanmu,” kataku di sela hisapan-hisapanku di payudaranya. Istriku makin liar, hingga akhirnya tubuhnya mengejang, bergetar hebat. “Aaah…” pekiknya sambil mendekap erat kepalaku di dadanya. Liang vaginanya berdenyut-denyut, penisku seperti sedang dipijat di dalamnya.
Setelah istriku mulai tenang, kubisikkan lembut di telinganya, “Kamu kok jadi hot banget, yang? Lagi ngebayangin ngentot sama cowok ganteng ya?”
Istriku tersenyum tersipu.
“Gapapa kok say. Aku gak akan marah kalau kamu ngebayangin bercinta sama cowok ganteng. Aku malah makin horny kalau ngebayangin kamu lagi bercinta sama cowok ganteng.”
Istriku mencium bibirku. “Heeh po? Kamu nggak cemburu?”
“Ya cemburu sih pasti. Tapi asal kamu nggak main hati, aku gapapa kok. Asal kamu enak, aku juga senang.”
“Makasih ya, sayang..”
“Btw, tadi kamu ngebayangin siapa sih, yang?”
Hmm.. Istriku cuma tersenyum.
“Ngebayangin Andi ya? Hayoo..”
“Kok tahu?”
“Ya tahu lah. Temen kantormu yang lumayan ganteng kan cuma Andi. Hehe..”
“Haha..”
“Kamu mau bercinta sama Andi?”
“Emang boleh?”
“Boleh kok. Tapi ada syaratnya.”
“Syaratnya apa?”
“Syaratnya aku harus lihat. Aku pengen lihat kamu ditiduri Andi. Kamu mau?”
Istriku tidak menjawab. Malah mukanya disembunyika lagi di pundakku. Tapi pantatnya mulai bergoyang lagi. Penisku yang kembali tegak melesak lagi ke dalam vaginanya.
“Coba kamu sebut nama Andi sekarang..”
Istriku diam saja, tapi pantatnya tetap bergoyang.
“Kalau kamu pengen bercinta sama Andi, coba sekarang bayangkan kamu sedang bercinta sama Andi..”
Istriku tetap tidak menjawab. Tapi tangannya makin mendekapku erat. Goyangan pantatnya pun makin liar. Ia mulai mendesah-desah gak keruan. Aku pun mulai mencucup kedua putingnya bergantian, kadang menghisapnya kuat-kuat sampai istriku kelojotan. Sampai tiba-tiba istriku mengejang sambil berteriak, “Andi !!”
Kontolku memuncratkan sisa-sisa sperma dari kantong pelirku. Aku orgasme membayangkan vagina istriku disemprot sperma oleh seorang pria lain.
Tags: pasutri seks istri fantasi seks seks pasutri bokep cerita seks cerita 17 tahun cerita dewasa